Akhirnya RUU Parnografi Disahkan
October 31st, 2008 by nggiengAkhirnya RUU Pornografi disahkan, pastinya ada pro dan kontra, sudah biasa. Hanya saja, pornografi? Kadar ke-porno-an setiap orang akan selalu berbeda, jadinya yah, pasti ada kontroversi.
Saya gak akan peduli apakah disahkan atau tidak, karena saya mencoba melihat ada sesuatu yang sangat ironi, dan sangat-sangat membuat ngenes. Kalaupun kemudian ke-porno-an harus di undang-undang-kan, berarti ada sesuatu yang gak beres di masyarakat. Tentunya UU dibuat untuk tujuan baik, tetapi kalau kemudian UU itu harus masuk dalam ruang pribadi setiap warga negara? Intervensi dan pelanggaran HAM bukan?
Menginterpretasikan ke-porno-an itu bisa sangat sumir, kalo orang yang otaknya udah soak, ada kambing dikasih gincu juga mau. Disisi lain, yang namanya porno itu juga intuisi, wong rugi kali kalo tidak menikmati ke-parno-an? Tetapi, akankah kita bisa menjadi manusia yang lebih baik, kalau kita serta-merta nurutin intuisi kita? Ya gampangnya nurutin hawa napsu?
Disitulah ironinya? Apakah kemudian bangsa Indonesia itu banyak yang bejat, sehingga harus di atur oleh UU? (Paling gak beritanya tiap hari ada tentang pelanggaran susila). Atau memang saking tidak tahunya mengatur bangsa ini, sehingga hal-hal yang tidak penting pun harus di undang-undangkan? Sok ngatur sekali sih. Apakah terlalu banyak mengundang-undangkan juga mencerminkan betapa amburadulnya suatu bangsa? Saking tidak teratur makanya harus dibuat peraturan? Kalau sudah begitu yang soak ya yang mimpin.
Pada akhirnya, gonjang-ganjing ini akan berlalu, diterima atau tidak, lihat saja perkembangannya, tetapi sementara itu, pergolakan akan terus terjadi, utamanya pergolakan dalam bagaimana manusia Indonesia berbudaya dan berbudi pekerti. Apakah Undang-Undang itu akan membuat situasi menjadi lebih baik? Atau hanya sekedar dagelan saja?
Tetapi bagusnya adalah, biarlah manusia Indonesia membuka matanya akan permasalahan seperti ini, dan revolusi budaya manusia itu akan terjadi, dan bisa mengubah tatanan yang sudah ada, akankah menjadi lebih baik, atau lebih buruk? Akankah manusia Indonesia menjadi lebih parno? Atau lebih berbudaya dengan tidak parno akan hal-hal yang parno? It’s only just begun.