Genjer-Genjer & Stigma Politik - Nasib Kaum Marginal

Malem-malem ujan gak berhenti2, mau ngapa2in males; iseng2 gw nyetel musik di iTunes, eh koq banyak lagu2 ajaib yah? Oh iyah, ada teman masukin lagu2 ajaib. So, what’s the story?

Ada yang unik, lagu dari Lilis Suryani, 1962, judule: Genjer-Genjer!!

Mwehehehe .. lagunya nglangut, kl kata orang jawa, well, gak tau gimana ini bisa jadi stigma politik, lagu genjer-genjer adalah lagunya PKI!! Apa iyah?

Heleh, jaman gitu sih gw lahir aja belom, jadi tau apa? Tapi kalo liat lirik-nya sih, emang me-refleksi-kan kesengsaraan, kesusahan, kesedihan. Jadi ya, boleh2 aja dech, kl dibilang itu lagu politik. Kan PKI keberpihakan pada buruh tani (kendaraan politik aja seh). Tapi apa emang gitu? Kalo dari filem ‘Pengkhianatan G30S - PKI’, iya seh, tapi apa emang beneran gitu?

Kalo kata orang "Sejarah selalu ditulis oleh pemenang .. ", pemenang-nya ya Orde Baru? Tapi Orde Baru juga punya stigma buruk tuh. Sejarah selalu berulang, dan yang pasti, selalu jadi korban ya, orang pinggiran, kaum marginal, orang susah.

Jadi, nasib-nya lagu ‘genjer-genjer’ dan nasib kaum marginal itu sebetulnya sama saja, kalo gak jadi kendaraan politik, jadi jargon, di eksploitasi dan pada akhirnya, berhasil atau gagal, terlupakan dengan irama yang sama-sama nglangut.

Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Oleh satenong mungkur sedot sing tolah-tolih
Gendjer-gendjer saiki wis digawa mulih

Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
didjejer-djejer diunting pada didasar
didjejer-djejer diunting pada didasar
emake djebeng tuku gendjer wadahi etas
gendjer-gendjer saiki arep diolah

(Gendjer-gendjer ada di lahan berhamparan
Gendjer-gendjer ada di lahan berhamparan
Ibunya anak-anak datang mencabuti gendjer
ibunya anak-anak datang mencabuti gendjer
Dapat sebakul dipilih yang muda-muda
Gendjer-gendjer sekarang sudah dibawa pulang

Gendjer-gendjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Gendjer-gendjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ditata berjajar diikat dijajakan
Emaknya jebeng beli genjer dimasukkan dalam tas
Gendjer-gendjer sekarang akan dimasak)

5 Responses to “Genjer-Genjer & Stigma Politik - Nasib Kaum Marginal”

  1. - NA' - Says:

    Kok ya tega2nya kemudian lagu itu diplesetkan sehingga orang2 yang tak bersalah, yang tidak tahu apa-apa, yang sekedar suka dengan lagu genjer-genjer, lalu ikut diciduk aparat. Fobia yang berlebihan.

  2. Ringo Says:

    enak jg kok lagunya n kalo ada bagi dong mp3nya biar bisa jadi nada dering sms or tlp di hpku

  3. nGGieng Says:

    ada sih di laptop, tp bisa di donlot kok dr multiply. kl emang entar ga ada lagi di mp, gw kirimin lewat emil ..

  4. boy Says:

    Di sini ada cerita
    Tentang cinta
    Tentang air mata
    Tentang tetesan darah

    Disini ada cerita
    Tentang kesetiaan
    Juga pengkhianatan

    Disini ada cerita
    Tentang mimpi yang indah
    Tentang negeri penuh bunga
    Cinta dan gelak tawa

    Disini ada cerita
    Tentang sebuah negeri tanpa senjata
    Tanpa tentara
    Tanpa penjara
    Tanpa darah dan air mata

    Disini ada cerita tentang kami yang tersisa
    Yang bertahan walau terluka
    Yang tak lari walau sendiri
    Yang terus melawan ditengah ketakutan!

    Kami ada disini
    http://www.pena-98.com
    http://www.adiannapitupulu.blogspot.com

    (Give your comment to change our future)

  5. nggieng Says:

    dimanakah disini? ketika yang tersisa disini hanyalah pengharapan pengharapan? ketika tanpa tentara pun, orang sipil bisa bertindak lebih zolim dari tentara? ketika agama melegitimasi penindasan? dimanakah disini?

Leave a Reply