Archive for May, 2007

Nonton Premier Spidey 3

Friday, May 4th, 2007

Akhirnya!! Nonton premier-nya Spidey 3. Walaupun gak niat2 banget, spidey kan jagoan-nya Marvel. Tapi ya biarin dech, poko’e nonton film action, lumayan, gak mikir, tinggal duduk diam dan nonton.

First impression?? Rameeeee .. kalo pake istilah-nya Cardassian, gebuk dulu, gebukin terus dan gak usah dipikirin. Bweheee .. Marvel gitu lho, yang selalu terkenal dengan dunia-nya yang Marvelous.

Oke - oke .. sekarang ga mau mbahas Spidey si tokoh film, tapi sebagai tokoh komik. Satu hal yang gw suka dari komik US adalah, sepanjang gw baca itu selalu ada pakem-nya, ada canon (pake istilah komik). Dan film Spidey yang sepanjang gw tonton masih dalam canon besar-nya Marvel. So? Masalahe, sekarang gw mau melebar ke dunia per-komik-an.

Di suatu semesta yang hingar-bingar dengan peredaran komik, terdapatlah paling tidak dua kubu yang saling bersaing. DC & Marvel. Marvel terkenal dengan tokoh2 seperti Spidey, Hulk, Fantastic Four, Capt. America, X-Men, Ghost-Rider dkk; sedangkan dari kubu DC itu terkenal triumvirate: Bats (batman), Supes (superman) & Wonder-Woman (& ofcors si Power Girl dunkk ..) dkk.

Dua kubu ini selalu bersaing dalam merebut hati pembaca komik (was then including me). Itu bertahun2 yang lalu. Setelah bertahun2 berlalu dan gw gak baca lagi, tapi gw masih bisa ngikutin cerita & perkembangannya, tx for the canonization of their universe. Justru yang menarik adalah setelah sekian lama gak baca, tapi sambil ngikutin pelm-nya, baru dech sekarang ngeliat dua dunia yang saling berbeda itu , literally berbeda. Ya iya lah, di satu dunia ada spidey (Marv & Miss. Marvel), di dunia yang lain ada batman (DC), pasti beda. Tapi ini nih yang menarik, imho, gw mau bercerita tentang my past-time fave supes-heroes.

Coba perhatiin, kalo bats lagi jadi orang biasa (gw gak mau mbandingin jagoan marvel vs DC pake supes, soale pastinya supes itu emang bener2 super duper blooper, bats aja yg orang biasa). Bats kalo lagi biasa2 aja, jadi si Bruce Wayne, pengusaha sukses terpandang yang flamboyan. Tapi kalo jadi bats?? Kek yang bukan manusia dech, asal gedubrag-gedubrug, menolong yang lemah, memperjuangkan kebaikan. Oh jadi bats bukan manusia ya?? Kagak ada matinya tuh orang. Jadi bats tidak sama dengan Bruce Wayne.

Sekarang kalo nonton spides3 .. ternyata pahlawan bertopeng itu juga orang biasa yang bisa cengeng, ganjen, dan ternyata juga jelalatan. Atuh, kasian MJ la’an. Bottom-line, dibalik topeng super-hero-nya, spides dan Peter Parker itu adalah orang yang sama, yang butuh diperhatiin, ‘doyan berpetualang’, ‘gatel’, dan ternyata juga manusia biasa yang lemah, takut, sedih, frustasi.

Ternyata, kendati sama2 super-hero, mereka datang dari semesta yang berbeda dengan ‘perilaku ke-hero-an’ yang berbeda. Padahal juga paling2 sama makan nasi. Itu baru soal ‘perilaku ke-hero-an’.

Soal semesta, balik lagi, spidey cukup bergelayutan di Manhattan, perasaan gw gak pernah denger Spidey terbang sampai ke bulan. Bats?? bats itu udah keluyuran sampai bulan, wong markas JLA itu mengorbit somewhere around the space. Yang satu menjaga kota, yang satu menjaga bumi. Bumi??

Semesta Marvel itu sebetulnya juga kompleks, tapi gw gak terlalu hafal; karena gw gak mendalami, tapi sepanjang yang gw baca, Marvel-verse itu lebih banyak bercerita tentang (awas jadi bikin muntah): moral & etik! — howeeekkk –

Tapi emang bener gitu koq, coba aja ngikutin canon terakhir Marvel: Civil War, itu perang bukan perang yang gimana, perang diantara super hero sendiri, cuman masalah: perlu gak sih super-hero membuka kedok-nya? Toh super-hero itu bagian dari masyarakat? Atau seperti alter-ego Peter Parker di Spidey3, hey, bahkan seorang Peter Parker pun masih doyan cewe blonde *mwahahahaahahahaha*

DC? DC sekarang lagi panas2nya post crisis. Crisis apakah itu? Crisis di alam semesta ini!!! Kebayang gak kalau pusat alam semesta harus digeser2, hanya gara2 seseorang merindukan orang tua dan kampung halamannya??? Motif-nya sih sama, kegundahan manusia, tapi dalam skala yang kosmologis??

Jadi, kalo baca komik-nya Marvel itu, sama aja lagi baca cerita dorama, tapi kl baca DC, itu sama aja lagi ngikutin cerita mahabarata.

Tapi, setelah pulang dari bioskop gw jadi mikir; tontonan kek spidey gini sih kalo disini cuman dagangan franchise ajah, sekedar enak dikunyah, terus lupa. Ya gitu itu hukum rimba berlaku, pada akhirnya rimba raya menentukan nasib sesuatu/seseorang. Spiderman yang manusiawi, bats yang meta-human, harus tunduk pada hukum pasar, dimana yang menentukan nasib mereka adalah pembeli. Semakin mereka mengemas dirinya supaya laik dijual, semakin lama mereka bertahan, karena semakin laris jualannya.

Ah ternyata super-hero-pun hanyalah komoditas belaka, gak heran harus berkali-kali harus melihat Power Girl di ret-con (she is the best thou!!), bahkan Steve Rogers (Caps. America) harus dipenjara (sampai mata berkaca-kaca nih)? Apakah itu berarti memenjarakan semangat patriotik bangsa amerika? mmm .. gak juga tuh, hukum dagang berlaku universal.

Global Warming adalah Agama Baru

Tuesday, May 1st, 2007

Selamat hari Beltane!! Selamat 1 Mei!! Heleh heleh .. penting gak sih?

Kenapa gw nulis selamat hari Beltane? Buat orang2 di sono noh; Irlandia, Skotland dan sekitar-nya hari ini dirayakan sebagai awal musim panas, dimana orang2 mulai bercocok tanam. Kalau istilah & tradisi itu dimodern-kan, sekarang jadi-nya dikenal sebagai Hari Bumi. Secara Internasional, hari Bumi dirayakan pada tanggal 22 April.

Mungkin dua kejadian yang gak berkaitan, tapi pesan-nya sama: Mari kita mengingat bahwa kita hidup di dan dari Bumi.

Kebeneran tadi siang gw nonton film “An Inconvenient Truth”, (film-nya Al Gore yang terkenal itu lhoo).

Film ini mengangkat tema soal “Global Warming”. Inti-nya adalah, Bumi mengalami pemanasan global, akibat perbuatan manusia itu sendiri. Benar atau tidak? Secara statistik, penyumbang emisi Carbon terbesar adalah Amerika, jadi “blame it on the statesss .. ” .. (??)

Tapi gak boleh gitu, biar gimana, Indonesia tetap aja menyumbang kerusakan alam, dari kebakaran hutan, pembalakan lahan, erosi penambangan, eksploitasi alam yang berlebihan, pembangunan tidak terencana .. bla bla bla. Jadi ini adalah masalah kita semua, umat manusia.

Apa benar demikian? Apa emang manusia yang merusak dirinya sendiri? Semua ilmuwan di seluruh muka Bumi pasti setuju tentang hal itu. Tapi apa alam tidak menyumbang terhadap kerusakan? Kerusakan itu kan istilah manusia, alam selalu berubah, cuman manusia-nya saja yang terlalu egois untuk tidak menerima perubahan alam ini.

Balik lagi ke “Global Warming”, apa benar seperti yang dituturkan oleh Al Gore? Berapa sih proporsi sumbangan kerusakan oleh manusia? Apa itu cuman jargon & propaganda politik Al Gore? Tapi sulit juga, Al Gore didukung oleh ilmuwan-ilmuwan terkemuka.

Disisi lain, istilah Global Warming itu sepertinya selalu terngiang2 di telinga kita, (yang sering mendengarkan), cepat atau lambat, setiap fenomena bencana akan dikait2kan dengan istilah “akibat Global Warming” .. Jangan buang sampah sembarangan, daur ulang, hemat energi .. semua akan terkait dan dikaitkan dengan global warming.

Cepat atau lambat, jargon Global Warming akan nempel di telinga anak kecil, sampai nenek-nenek akan terbiasa mendengarkan jargon-jargon: hemat energi hemat biaya, matikan lampu jam 17-22 .. salah gitu? Gak juga seh .. semua-nya baik. Tapi tidak bisa dipungkiri, akan berkembang menjadi suatu wacana:

“Apakah anda percaya global warming” .. dan bukan tidak mungkin (dan sudah terjadi), ada pemisahan, mereka yang “percaya” global warming sudah terjadi, ada kelompok yang skeptis, tidak percaya bahkan sinis. Jadi ini fenomena apa?

Global Warming menjadi Agama!!

Kalau pinjam istilah Joseph Goebels: Kebohongan kecil akan dipercayai kalau terus menerus diulang-ulang.

Jadi, apakah global warming bohong??? Hanya Tuhan yang tahu, bahkan saintis yang mempelajari itu hanya mengatakan sesuatu yang mereka pelajari, terlepas ada kontroversi (yang selalu terjadi), dan dialektika-nya akan terus berjalan. Gw tidak akan peduli tentang kontroversi itu, sepanjang berjalan pada rel sains, that is fine with me.

Yang pasti adalah, global warming telah menjadi bahasa ‘Teologis’, sedemikian sehingga menyadarkan manusia tentang posisi-nya di dalam semesta ini, bahwa manusia itu terlalu rentan untuk bisa hidup di dalam semesta yang selalu berubah, tetapi kenapa manusia selalu arogan untuk mengakuinya? Terlalu arogan untuk tidak memelihara & menjaganya?

Alangkah lebih baik jika Penguin musuhnya Batman ada di dunia nyata, ketika dia kampanye untuk menjadi walikota Gotham, dia cukup berkata tentang global warming:

“Stop global warming, start global cooling!!!”

Selamat, percaya atau tidak Global Warming adalah agama yang baru!!