Tidak Sanggup Mengurus dan Membiayai, Anak Durhaka Buang Ibu Kandungnya di Stabat

Sungguh malang nasib nenek tua renta Sumiati (90) warga Simpang 4 Pinang Baris Kecamatan Sunggal ini. Ia dibuang anak kandungnya di bawah pohon kuini dekat Mesjid Raya Stabat Kabupaten Langkat sejak Sabtu (28/7).
Nenek Sumiati yang ditemui wartawan di Mesjid Raya Stabat Langkat
menuturkan, sebelum dirinya “terdampar” di kota Stabat, ia menetap di
rumah salah seorang anaknya di Sunggal. Dihimpit kehidupan ekonomi
keluarga yang serba kekurangan, anak itu tega membuang ibu yang
melahirkanya jauh dari keluarga, anak dan cucu-cucunya.
“Aku dibawa naik mobil jalan-jalan tanpa tahu tujuannya. Di dalam
perjalanan anak saya sempat berpesan aku akan dibuang karena tidak
sanggup lagi mengurusinya. Dengan pasrah sebelum dibuang aku berpesan
pada anak agar menitipku di salah satu masjid,” ujar Sumiati sambil
menangis.
“Kalau aku diusir dari rumah, tolong antarkan aku dekat mesjid saja,”
ujar Sumiati berulang kali sambil mengusap air mata yang terus mengalir
sambil tertunduk sedih menyesalkan perbuatan anaknya yang
menelantarkanya.
Memenuhi permintaan ibunya tersebut, anaknya bersama seorang sopir
mobil yang dicarternya itu, kemudian menurunkan ibunya di samping
Mesjid Raya Stabat persisnya di bawah pohon kuini di samping Masjid
tersebut. Aku ditinggal sendirian di atas selembar tikar di bawah pohon
itu,” kata nenek tersebut sambil menunjuk ke arah pohon yang dimaksud.
Menjelang sore, sejumlah jamaah masjid yang mengetahui keberadaan sang
nenek dengan kondisi yang mengenaskan itu, membopongnya ke rumah kosong
yang selama ini dijadikan gudang. Meskipun diperlakukan demikian,
Sumiati bermohon pada Allah agar membukakan pintu hati kedua anaknya
untuk segera bertobat sebelum menerima azab dariNya.
“Aku tetap berdoa semoga kedua anak-anakku tetap menjengukku meskipun
mereka telah membuangku jauh-jauh. Walau bagaimanapun mereka itu tetap
darah dagingku,” kenang sang nenek.
Bupati Langkat H Syamsul Arifin SE sesaat mendengar peristiwa yang
memilukan itu langsung memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Langkat dr
H Indra Salahuddin M Kes MM, Rabu (1/8) untuk membawa ibu malang
tersebut ke RSU Tanjung Pura agar dirawat sebaik-baiknya.
”Kita merasa sedih karena  di dunia ini masih ada anak yang tega menelantarkan ibu kandungnya sendiri,” ucap bupati.
Saat mengevakuasi nenek itu, dr Indra sempat menuturkan, akan merawat
ibu malang itu sampai sembuh dan juga akan mencari keluarganya kembali.
Kalaupun keluarganya tidak mengakui lagi ibu ini, ia akan dikirim ke
Panti Jompo.
Sebelum dibawa ke rumah sakit, Sumiati sempat melambaikan tangan dan
berpesan agar menitipkan salam dan rasa terima kasih kepada semua orang
yang telah memperhatikanya dan khususnya kepada Bupati Langkat H
Syamsul Arifin SE yang telah rela membantu dan memperhatikan dirinya.
Dia berharap semoga Allah dapat membalas semua budi kebaikan yang telah
diberikannya. (M27/t)

Diangkat dari Berita di Harian Sinar Indonesia Baru Online, edisi 1 Agustus 2007.

Leave a Reply