Archive for September, 2007

BeethovenFest & Anak-Anak Miskin

Monday, September 17th, 2007

Pengen banget nonton BeethovenFest di Bonn 2007, tapi apa daya .. jauh eui kl kudu pergi ke Bonn .. hix hix .. Jadi ya udah, nonton seadanya dari Deutsche Welle-TV. Lumayannn .. Dari sekian banyak penampil, ada satu yang menarik, namanya Simón Bolívar Youth Orchestra of Venezuela .

Simón Bolívar Youth Orchestra of Venezuela , dari namanya, udah pasti dari negeri Venezuala. Di sono noh, di Amerika Latin. Kerennya lagi, anggota orkestra ini adalah anak-anak remaja, yang dibina karena mereka anak-anak miskin. Benar-benar miskin, dari daerah coret Caracas, Venezuela. (Kata TV lho). Kok bisa yah, anak-anak gitu dibina ikut musik klasik sampai bisa tampil di luar negri, menampilkan Symphony No. 3 in E flat major, op. 55

Kalau negara lain bisa, bagaimana dengan Indonesia? Secara, anak-anak yang secara ekonomi lemah itu banyak, sampai yang ngamen di perempatan itu gak kehitung jumlahnya, (karena emang gak pernah ngitungin). Dibilang gak bisa bermain musik, bagus-bagus kok main biola-nya. Kenapa gak dibina saja, alih-alih keluyuran di jalan?

Mungkin gak harus musik klasik, atau sesuatu yang udah dicoba di luar negeri, tapi apa kita tega membiarkan itu anak-anak keluyuran di jalanan tanpa tahu harus ngapain, kecuali keluyuran sambil ngamen? Apa emang gak ada cara memberdayakan mereka, alih-alih memperdayakan mereka? Apa karena emang kita sendiri yang suka tidak perduli sama nasib anak-anak itu? Apa karena?

Weh, ndenger berita kalau di Jakarta, bakal adanya perda yang melarang memberi sedekah buat pengemis di jalan, kalau tertangkap tangan lagi memberi sedekah, atau sekedar ngasih buat yang ngamen, atau apapun bentuknya, bakal kena denda. Aneh bin lucu aja, emang bakal bisa mengatasi permasalahan anak-anak yang kurang beruntung di jalan itu? Apakah itu bisa jadi solusi instan? Apa gak menimbulkan masalah yang baru? Gak tau juga yah, yang pasti kalau memang mau solusi elegan, mengantar anak-anak itu ke tingkat internasional seperti anak-anak Venezuela itu bisa dicontoh, kalau memang niat.

nyanyi, ngedance bareng Dewi-Dewi

Friday, September 7th, 2007

Suasana hingar bingar alunan musik yang cukup rancak mengetarkan kolam renang Hotel Singasana, Kamis (6/9). Hadirin yang berada di dekat stage, larut dalam jingkak-jingkrak ngedance dan nyanyi bareng-bareng. Begitulah suasana yang terekam saat Gala Dinner Peserta OSN VI. Malam itu kehadiran penyanyi Dewi-Dewi, memang menjadi surprise tersendiri karena tidak diduga hadirin.
Panggung hiburan ini terlebih dahulu diawali dengan jamuan makan malam yang yang ditata ala garden party di halaman belakang Hotel Singasana. Penataan panggung serta nyala lilin yang ditata di dalam kolam renang, menambah suasana menjadi semakin eksotis. Semua hadirin pun bebas memilih makanan yang disajikan di sekeliling stage.
Sebelum penampilan Dewi-Dewi, terlebih dulu tampil tarian dan band dari SMP Negeri 6 Surabaya. Dengan dipandu presenter Ivan dan Mety, suasana Gala Dinner pun menjadi semakin heboh dan meriah.
Penampilan penyanyi Dewi-Dewi di stage yang berada di antara kolam renang itu, memang menjadi pamungkas rangkaian acara Gala Dinner. Dengan membawakan 7 lagu berturut-turut, personel Dewi-Dewi mampu menghibur semua hadirin. Dewi Dewi yang beranggotakan Purie, Tata, dan Carolina (Ina), melantunkan lagu-lagu diantaranya daur ulang Dewa yang terkenal seperti Roman Picisan, Siti Nurbaya, Separu Nafas
Penonton yang berada di depan stage pun, saling berebut mengabadikan dewi-dewi menggunakan hp camera, camera digital maupun handycam. Itu dilakukan murid dan guru yang menyatu di depan panggung.
Suka cita peserta, pendamping dan panitia OSN VI malam hari itu, memang menjadi puncak kegembiraan sebelum seluruhnya mengikuti upacara penutupan yang digelar Jumat (7/9), di Auditorium Kampus c Unair. Seluruh hadirin yang terdiri murid dan guru menyatu dalam hentakan irama musik yang mengiringi penampilan Dewi-Dewi.
Suasana heboh terlihat saat Dewi-Dewi membawakan album yang sedang hit sekarang ini berjudul dokter cinta. Semua yang hadir tampak ikut larut dan ikut menyanyi serta mengikuti dance Dewi-Dewi. Dengan berakhirnya lagu dokter cinta pun, jamuan gala dinner pun berakhir dan peserta kembali ke masing-masing penginapan dengan menggunakan bus yang sudah disediakan. (dwi)

Sumber: http://www.dikbud-jatim.com/dewi-dewi-osnvi.html